Minggu, 25 November 2018

Manajemen Produksi

Manajemen Produksi



    Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.




Kegiatan Manajemen Produksi yang memikirkan pelestarian lingkungan dengan mengurangi efek polusi, diantaranya :



    Amerika Serikat memberlakukan undang-undang mengenai penyertaan laporan Analisis Dampak Lingkungan untuk proyek-proyek besar berlaku 1 Januari 1969, yaitu National Environtmental Policy Act ( NEPA ), yang merupakan reaksi atas kerusakan lingkungan akibat pencemaran pestisida, limbah industri, rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langkah.


    Indonesia memberlakukan undang-undang No. 4 Tahun 182 tentang Ketentuan-Ketentuan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaksanaannya diatur Peraturan pemerintah No. 29 Tahun 1986 yang berlaku 5 Juni 1987.
Tahun 1994 diterbitkan keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup, yaitu KEP-12/MENLH/3/1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Kemudian terbit lagi Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tetang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jenis rencana usaha dan kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL  diputuskan oleh Mentri Lingkungan  Hidup pada PP No. 17 Tahun 2001.
    Masyarakat dunia telah memikirkan secara bersamaan mengenai isu kerusakan lingkungan hidup pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Manusia dan Lingkungan di Stockholm tahun 1972. Pada tahun 1992 di Rio de Janeiro dilakukan KTT Bumi yang berisi tentang lingkungan dan pembangunan, dimana kerusakan lingkungan disebabkan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Kemudian pada tahun 2002 dilakukan KTT Pembangunan Berkelanjutan  [ World Summit on Sustainable Dvelopment  (WSSD) ] di Johannesburg  yang menghasilkan Agenda 21, yang kemudian menghasilkan kesepakatan rencana tindak kegiatan yang disepakati dunia untuk memecahkan masalah lingkungan dan pembanguna dengan fokusnya yaitu air, energi, kesehatan, pertanian, dan keanekaragaman hayati harus peduli terhadap lingkungannya.


Macam faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik adalah sebagai berikut:



1. Kedekatan dengan Pelanggan
    Biaya distribusi dan biaya-biaya lainnya yang terkait dengan distribusi akan meningkat seiring dengan jarak antara fasilitas produksi dengan pelanggan. Semakin jauh jarak antara pabrik dengan pelanggan, semakin tinggi pula biaya distribusinya.

2. Kedekatan dengan Pemasok (Bahan.        Mentah/Bahan pendukung)
Berdekatan dengan pemasok bahan mentah dan bahan-bahan pendukungnya akan menjamin stabilitas pasokan serta mengurangi biaya bahan mentah dan bahan pendukung akibat tingginya biaya pengiriman barang-barang tersebut.

3. Fasilitas Transportasi
    Fasilitas Transportasi merupakan salah satu pertimbangan penting dalam menentukan lokasi produksi.  Kecepatan transportasi menjamin pasokan bahan mentah dan bahan pendukung produksi untuk perusahaan serta pengiriman barang jadi ke Pelanggan. Pemilihan Metode Transportasi seperti lewat jalur darat, laut dan udara sangat menentukan biaya produk (barang dan jasa) yang akan dihasilkan.

4. Ketersediaan Infrastruktur
    Infrastruktur yang lengkap seperti persediaan air, listrik dan pengolahan limbah akan sangat mendukung kegiatan produksi. Semakin lengkapnya fasilitas infrastruktur, semakin baik untuk dijadikan lokasi fasilitas produksi.

5. Ketersediaan Tenaga Kerja dan sistem pengupahan
    Lokasi-lokasi yang memiliki tenaga terampil dalam industri yang akan dijalankan sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi. Mendatangkan Tenaga Kerja dari daerah yang jauh akan meningkatkan biayanya dan juga masalah-masalah yang berkaitan dengan administrasi ketenagakerjaan. Hal-hal yang berkaitan dengan Pola pengupahan seperti biaya hidup dan hubungan industri dengan tenaga kerja setempat terutama dengan Serikat Pekerja juga merupakan faktor penting dalam menentukan ketepatan tempat tersebut untuk dijadikan lokasi fasilitas produksi.

6. Kebijakan Pemerintah
    Kebijakan Pemerintah yang menguntungkan akan menciptakan suasana yang kondusif bagi Industri yang bersangkutan. Kebijakan pemerintah tersebut diantaranya seperti Perpajakan, Standarisasi, Ketenagakerjaan dan peraturan-peraturan lainnya yang berkaitan dengan keuangan, perindustrian, perdagangan dan lingkungan.

7. Geologi dan Iklim
    Geologi serta Iklim seperti Suhu dan kelembaban merupakan pertimbangan penting dalam menentukan lokasi fasilitas produksi karena dapat mempengaruhi efisiensi dan perilaku manusia setempat.

8. Industri dan Layanan Pendukung
    Industri atau layanan-layanan pendukung seperti pendidikan, telekomunikasi, jasa perbankan, layanan konsultasi dan layanan sipil lainnya merupakan faktor penting dalam mempengaruhi pemilihan dan penentuan lokasi pabrik.

    Pentingnya pemilihan lokasi pabrik adalah untuk menentukan keberhasilan perusahaan hubungannya dengan biaya operasi, harga jual, serta kemampuan perusahaan untuk. bersaing di pasar. Alternatif pemilihan lokasi adalah pertimbangan biaya yang dikeiuarkan dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang diperoleh. Alternatif pemilihan lokasi tersebut apakah didirikan pabrik baru, ekspansi, ataukah relokasi bagi pabrik yang sudah ada.

    Alternatif pemilihan pabrik baru adalah apabila bagi pengusaha baru atau pendatang baru. Alternatif pemilihan relokasi apabila pabrik lama sudah tidak memenuhi standard yang diharapkan, dan alternatif. pemilihan ekspansi didasarkan alasan bahwa fasilitas produksi dirasa sudah ketinggalan, permintaan pasar tumbuh dan berkembang lebih besar daripada kapasitas produksi yang dimiliki, serta apabila fasilitas pendukung (faktor-faktor produksi) tak lagi mencukupi.



Informasi Yang Dapat Diambil Dari Laporan Keuangan Untuk Beberapa Pihak
    Laporan keuangan pada dasarnya hanya digunakan oleh beberapa pihak yang berkepentingan. Tidak semua orang diperbolehkan untuk menggunakan laporan keuangan sebuah perusahaan. Laporan keuangan bukan hanya berguna untuk pengusaha ataupun bisnis, tapi ada beberapa pihak yang bisa mendapatkan keutungan dari sebuah laporan keuangan, seperti :

1.Pemberi Pinjaman atau Kreditor
    Sebagai pihak yang meminjamkan tambahan modal untuk membantu bisnis Anda tetap berjalan dengan baik, kreditor akan meminta laporan keuangan perusahaan. Laporan ini akan memberikan informasi tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang akan dimanfaatkan oleh kreditor sebagai bahan acuan untuk menolak ataupun menyetujui pinjaman yang diajukan. Kreditor akan memperoleh keyakinan bahwa uang yang akan atau telah mereka pinjamkan tidak jatuh ke tangan yang salah. Jika pinjaman itu disetujui, artinya kreditor yakin bahwa perusahaan tersebut mampu membayar dan mengembalikan pinjaman sesuai jangka waktu yang telah disepakati bersama.

2.Pemerintah
    Setiap bisnis yang terlapor akan memiliki kewajiban terhadap pemerintah untuk membayar pajak. Besaran pajak yang dibayarkan akan sesuai dengan besaran angka yang tertulis dari laporan keuangan yang dimiliki oleh bisnis. Semakin awal merapikan dan membuat laporan keuangan, Anda akan terhindar dari masalah penting terkait kewajiban pajak seperti penggelapan pajak yang akan terkait masalah hukum atau pengurangan pajak tertanggung yang justru akan memberi keuntungan bagi bisnis.

3. Pemilik Perusahaan
    Pemilik perusahaan berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaannya terutama untuk perusahaan-perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan, karena dengan laporan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manager dalam memimpin perusahaannya dan kesuksesan seorang manager biasanya dinilai/diukur dengan laba yang diperoleh perusahaan. Hasil-hasil, stabilitas serta kontinuitas atau kelangsungan perusahaannya tergantung dari cara kerja atau efisiensi manajemennya maka jika hasil-hasil yang dicapai oleh manajemennya tidak memuaskan maka para pemilik perusahaan dalam hal ini pemegang saham mungkin akan mengganti manajemennya atau bahkan menjual saham-sahamnya yang dimiliki tersebut. Keputusan untuk mengganti manajemen, mempertahankan saham yang dimiliki atau menjual sahamsahamnya akan tergantung dari hasil analisis mereka terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut. Dengan kata lain laporan keuangan diperlukan oleh pemilik perusahaan diperlukan untuk menilai hasil-hasil yang telah dicapai, dan untuk menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan dicapai di masa yang akan datang sehingga bisa menaksir bagian keuntungan yang akan diterima dan perkembangan harga saham yang dimilikinya.


4. Manajer atau pimpinan perusahaan. 
    Mengetahui posisi keuangan perusahaannya periode yang baru lalu akan dapat menyusun rencana yang lebih baik, memperbaiki sistem pengawasannya dan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaannya yang lebih tepat. Bagi manajemen yang penting adalah laba yang dicapai cukup tinggi, cara kerja yang efisien, aktiva aman dan terjaga baik, struktur permodalan sehat dan perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari depan, baik di bidang keuangan maupun di bidang operasi. Hal yang terpenting bagi manajemen adalah bahwa laporan keuangan tersebut merupakan alat untuk mempertanggungjawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Pertanggungjawaban pimpinan perusahaan itu dituangkan dalam bentuk laporan keuangan hanyalah sampai pada penyajian secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha dalam suatu periode sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang dilaksanakan secara konsisten.



Pentingnya Laporan Akuntansi Dalam Fungsi Manajemen Sebuah Perusahaan

    Catatan atas laporan keuangan menjadi salah satu hal terpenting agar bisnis perusahaan tetap berjalan dengan baik. Sebuah laporan yang tidak rapi akan memberikan beberapa masalah seperti masalah besar terkait pelaporan pajak atau kebocoran aset yang sangat merugikan. Laporan keuangan hanya boleh digunakan oleh beberapa pihak yang berkepentingan sehingga tidak semua orang boleh melihat apalagi menggunakannya. Laporan keuangan berguna untuk melindungi aset perusahaan dari kebocoran maupun kecurangan.
    Jika perusahaan sudah memiliki laporan keuangan yang lengkap,  tentu banyak manfaat yang dirasakan. Manfaat utama adalah pengambilan keputusan menjadi lebih tajam dan berkualitas. Laporan keuangan ini menyediakan informasi yang penting bagi pengambilan keputusan, evaluasi usaha yang sedang berjalan, serta budgeting dan kontrol internal termasuk pengendalian internal dalam audit. Jika informasi keuangan telah akurat, maka pengelola bisa mengambil keputusan dengan bijaksana berdasarkan data-data yang dimiliki.
    Laporan keuangan juga berguna sebagai alat untuk mengukur besaran biaya yang telah dikeluarkan oleh kegiatan-kegiatan usaha yang dilaksanakan perusahaan. Laporan keuangan juga menjadi bahan pertimbangan dalam mengendalikan kegiatan perusahaan, dalam menyusun program kegiatan pada periode mendatang, serta dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan juga berguna untuk mengetahui kondisi perusahaan dan posisi keuangan perusahaan.






DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 20 November 2018

Pentingnya Kejujuran Dalam Berbisnis

    Kejujuran dalam dunia bisnis sangat di butuhkan bahkan itu bisa di sebut sebagai sebuah pilar dalam dunia bisnis,dengan kejujuran bisnis akan berkembang lebih pesat dan akan maju,kita bisa bayangkan apabila dalam dunia bisnis saling berbohong atau menipu satu sama lain,mungkin produk yg kita pasarkan tidak akan bertahan lama,client  akan menjauh,dan banyak lagi kehancuran yang akan datang. Yang harus kita ingat juga adalah tidak ada orang yang mau dan ingin dibohongi, demikian juga konsumen atau pelanggan. 
    Setelah sikap jujur diterapkan dalam berbisnis maka itu mampu menjaga nama baik produsen dan produk yang di jalankan. Setiap pebisnis harus menjaga etika bisnis dengan melakukan hal yang pantas untuk dilakukan, salah satunya adalah kejujuran. Jika produsen tidak menanamkan kejujuran , adakah pelanggan yang akan percaya kepada produsen tersebut . Memang betul, ada bisnis besar yang membuat kecurangan diam-diam. Selama belum terbongkar ke publik, bisnis tersebut masih bisa bertahan dan apabila kebohongan itu sudah diketahui  publik maka produk kita tidak akan bertahan lama,peoses pemasaran akan terhambat. Namun, bagi yang ingin berbisnis dengan cara yang baik dan benar, pertahankan kejujuran dalam bisnis. Sebab kejujuran adalah hal esensial yang wajib ditaati dalam kehidupan yang mampu menjaga nama baik dan bisnis yang di jalankan.


Organisasi Beserta Bentuknya

    Organisasi adalah suatu wadah atau perkumpulan yang anggotanya terdiri dari beberapa orang maupun kelompok kerja dan bertujuan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam organisasi dibutuhkan kerjasama antar anggota serta pengurusnya. Kerja sama tersebut harus berjalan secara seirama, serasi, guna keberhasilan tujuan yang di maksud secara efisien, efektif, dan ekonomis.
Bentuk Organisasi:
1. BUMN 
2 . Perseroan Terbatas
3.  Perusahaan Perseorangan
4. Koperasi


Pentingnya Organisasi Dalam Dunia Bisnis

    Basic organisasi dalam bisnis diketahui memiliki peran yang penting, maka dari itu hal ini menjadi suatu point yang harus dimiliki terutama oleh pemula. Dalam organisasi ada beberapa hal yang secara langsung menjadi bahan pelajaran. Pada dasarnya antara bisnis yang dibuat dengan suatu sistem organisasi tergolong memiliki kemiripan kinerja. Maka dari itu seseorang yang memiliki pengalaman berorganisasi akan lebih cepat menyesuaikan diri pada aktivitas usaha yang dipilih untuk menjadi bisnisnya. Secara garis besar beberapa penerapan dilakukan dengan cara yang sama antara berorganisasi dengan berbisnis bahkan secara prinsip. Sedangkan hal yang membedakan adalah jenis kegiatan dan tentunya adalah tujuannya. Pada bisnis berorientasi pada keuntungan, sehingga upayanya jelas untuk mendapatkan keuntungan, namun ada proses yang dapat di adopsi dan saling melengkapi yaitu tentang mempertahankan kesatuan, keberadaan atau eksistensi diantara keduanya memiliki cara yang sama yaitu mengutamakan ide inovatif dan kreatif. 


Perbedaan Antara Tanggung Jawab Dan Pertanggungjawaban

Tanggung jawab
1. Suatu hal yang harus dilakukan terhadap sesuatu yang menjadi kewajiban atau keharusan untuk dilakukan
2. Tanggung jawab juga dapat diartikan sebagai keadaan wajib menanggung segala sesuatunya jika terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan atau juga berarti hak yang berfungsi menerima pembebanan sebagai akibat sikap seseorang.
3.  Tanggung jawab secara umum adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja
4.  Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Pertanggungjawaban
1. Suatu hal yang harus dilakukan terhadap sesuatu yang sudah dilakukan 
2. Sebuah resiko dari apa yang telah dilakukan,hukum sebab akibat.
3. Kemampuan memberikan jawaban,penjelasan dan alasan dasar atas apa yang dapat dipersalahkan dan yang mempunyai ketidakbebasan termasuk istilah lain yang mempunyai keterkaitan dengan problem.
4. Menanggung atau menerima akibat laku seseorang.


Perkembangan Bisnis Kecil Dibandingkan Bisnis Besar Dimasa Yang Akan Datang

    Pada masa yang akan datang tentu bisa kita lihat bahwa manusia akan lebih memilih untuk melakukan usaha sendiri, karena dimasa depan akan semakin canggihnya teknologi, juga manusia lebih berpikir dan kreatif untuk menyalurkan bakatnya dan kemampuannya dalam melakukan bisnis. Dan sekarangpun banyak orang yang mulai berbisnis, contohnya berbisnis perdagangan lewat online, bisnis kecil tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan banyak, dibandingkan bekerja di perusahaan besar. Bisnis kecilpun juga bisa berkembang menjadi bisnis yang besar apabila kita berusaha, ulet dan semangat dalam menekuninya.
    Usaha Kecil Menengah merupakan salah satu komoditi terbesar dalam kemajuan ekonomi di Indonesia. Bahkan di kebanyakan negara maju, UKM menjadi ‘tulang punggung’ yang memberikan penghasilan terbesar dibandingkan dengan usaha menengah keatas. Usaha kecil menengah yang ada di Indonesia menyumbang sekitar 60% dari Product Domestic Bruto (PDB) yaitu nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu. Selain menambah PDB, UKM juga membuka banyak lowongan kerja bagi masyarakat kita. Jadi, bisnis UKM di Indonesia harus tetap terus berkembang dan memberikan peluang usaha bagi Anda yang menyukai dunia kewirausahawan.


Senin, 12 November 2018

Perusahaan

PERUSAHAAN

    Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
Contoh perusahaan adalah:
1. PT. PLN
2. PT. Kereta Api Indonesia (KAI)
3. PT Pos
4. PT. Pertamina
5. PT. UNILEVER
6. PT. Jarum Kudus
7. PT. IndoFood Sukses Makmur

LINGKUNGAN PERUSAHAAN

    Lingkungan perusahaan adalah keseluruhan faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Contoh:
1. Keadaan alam atau SDA
2. Tenaga kerja atau SDM
3. perekonomian
4. pendidikan dan kebudayaan
5. Hubungan internasional
6. Pemasok/supplier
7. Perantara/distributor
8. Teknologi
9. Pasar

PERBEDAAN PERUSAHAAN DAN LEMBAGA SOSIAL

    Perbedaan Perusahaan dan Lembaga Sosial antara lain :
1. Perusahaan melakukan produksi sampai tingkat maksimum, jika lembaga sosial hanya untuk keberlangsungan lembaga tersebut
2. Perusahaan memperkerjakan orang orang diluar lingkungan tersebut, jika lembaga sosial mempekerjakan orang orang didaerahnya  tersebut
3. Perusahaan mencari profit yang sebanyak banyaknya, jika lembaga sosial tidak terlalu mementingkan keuntungan
4. Perusahaan tidak terlalu mementingkan tanggung jawab sosial, jika lembaga mementingkan hal tersebut
5. Perusahaan mencari keuntungan untuk keuntungan pemilik perusahaan, jika lembaga keuntungan untuk kesejahteraan masyarakat yang turut serta dalam lembaga tersebut


TEMPAT KEDUDUKAN DAN LETAK PERUSAHAAN

1. Tempat kedudukan perusahaan
    Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya

2. Letak Perusahaan
    Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.
faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah:
* Harga bahan mentah/bahan pembantu
* Tingkat upah buruh
* Tanah
* Pajak
* Tingkat bunga
* Biaya alat produksi tahan lama
* biaya atas jasa pihak ketiga

PERBEDAAN ANTARA LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO DALAM DUNIA USAHA

   Dalam hal ini, ada dua jenis lingkungan eksternal, yaitu lingkungan eksternal makro dan lingkungan eksternal mikro.
    Lingkungan eksternal  makro adalah lingkungan eksternal yang tidak langsung memberi pengaruh terhadap kegiatan dunia usaha.
    Sedangkan lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang memberi kontribusi langsung terhadap kegiatan dunia usaha.

Pembagian lingkungan eksternal makro
1. Keadaan Alam
2. Politik
3. Hankam
4. Hukum dan Peraturan Pemerintah
5. Pendidikan
6. Teknologi
7. Sosial
8. Kebudayaan
9. Kependudukan
10. Ekonomi
11. Hubungan Internasional

Pembagian lingkungan eksternal mikro
Adalah hal-hal yang secara langsung mempengaruhi organisasi dari luar
1. Pesaing
2. Konsumen
3. Stokis (supplier)
4. Lembaga Pengatur dan Pemerintah
5.  Rekanan Usaha (Mitra Usaha)




Kamis, 01 November 2018

Usaha

FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH BENTUK BADAN USAHA

1.Jenis usaha yang dijalankan
    Hal pertama yang dipertimbangkan adalah jenis usaha apa yang akan dijalankan. Sesuai dengan keinginan, badan usaha yang akan dijalankan bisa dalam bentuk perdagangan, industri dsb. Orang yang ingin membuka usaha, harus selektif dalam memilih jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar dengan resiko kerugian kecil.

2.Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
    Ketika menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Dalam hal memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul suatu kerugian, maka kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga, hingga ke harta pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada keterbatasan tanggung jawab.

3.Kapasitas Keuangan dan Kemudahan Pendirian
    Umumnya para pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas keuangannya. Ketika budgetnya tidak mencukupi untuk mendirikan Perseroan Terbatas, seringkali badan yang dipilih adalah CV. Namun yang harus diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang dipilih berikut tanggung jawabnya.

4.Kemudahan memperoleh modal
    Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Ketika membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.

5.Besarnya resiko kepemilikan
    Para pengusaha harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi dalam perusahaannya. Misalnya pengusaha dalam bidang industri akan menggunakan alat-alat produksi yang membutuhkan perawatan sesering mungkin agar terhindar dari resiko kerusakan, cacat, dll.

6.Perkembangan usaha
    Pengusaha haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.

7.Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
    Agar usaha dapat terkoordinir dengan baik, pengusaha hendaknya melibatkan pihak-pihak lain yang dapat mendukung jalannya perusahaan. Pihak-pihak tersebut ditempatkan pada bagian-bagian yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

8.Kewajiban dari peraturan pemerintah
  Sebagai warga Negara yang baik, pengusaha harus memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaries, pajak dan ijin domilisi.

 Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan badan usaha yang dipilih benar-benar sesuai dengan harapan pemiliknya. Seiring dengan perkembangan bisnisnya, maka pemilihan badan usaha juga harus memiliki visi yang jauh ke depan.




Orang cenderung merubah bentuk perusahaan perseorangan kebentuk usaha perseroan terbatas (PT), karena:
  Badan usaha perseorangan adalah perusahaan yang didirikan, dimiliki, dipimpin, dan dipertanggungjawabkan oleh perseorangan.
Kelebihan :
- Mudah cara pendiriannya
- Seluruh keuntungan menjadi milik sendiri
- Cepat dalam pengambilan keputusan
- Pemilik lebih leluasa mengelola usaha
Kelemahan:
- Modal usaha kecil sehingga sukar berkembang
- Seluruh kerugian menjadi tanggungan pemilik
- Hidup dan mati badan usaha hanya ditangan seseorang
Sedangkan perseroan terbatas (PT) adalah badan usaha yang dari persekutuan antara dua orang atau lebih yang modalnya diperoleh dengan cara menjual saham. Pemilik saham disebut juga pesero, yang memiliki tanggung jawab terbatas terhadap perusahaan. Tanggung jawab terbatas artinya bertanggungjawab sebatas modal yang disetor (saham yang dimiliki).
Saham adalah surat berharga dengan nilai nominal tertentu sebagai bukti kepemilikan perusahaan. Saham dapat diperjualbelikan/dipindahtangankan melalui bursa/pasar saham sesuai dengan besar kecilnya permintaan dan penawaran. Pemilik saham memperoleh pembagian keuntungan perusahaan yang disebut deviden.
Kelebihan:
- Mudah memperoleh/menambah modal dengan jalan menjual saham
- Keprofesionalan pengelola lebih bisa diandalkan
- Pemilik saham dapat sewaktu-waktu memindahtangankan atau menjualnya kepada
   orang lain
- Tanggung jawab pemilik sebatas saham yang dimilikinya
- Mudah memperoleh kredit dari bank
Kelemahan:
- Proses pendirian memerlukan perijinan yang lama dan berbelit
- Spekulasi saham dibursa saham menyebabkan labilnya permodalan perusahaan
- Rahasia badan usaha kurang terjamin

   Dari informasi di atas, kita mengetahui bahwa orang cenderung merubah bentuk perusahaan perseorangan kebentuk usaha perseroan terbatas(PT) karena bentuk perusahaan perseroan terbatas (PT) lebih mudah berkembang, pengelola lebih profesional, mudah mendapat pinjaman, biasanya keuntungan lebih besar dan sebagainya.


BENTUK USAHA KOPERASI LEBIH COCOK UNTUK RAKYAT INDONESIA
   Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggotakan orang orang atau badan badan hokum opersi yang merupakan susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Karena itu koperasi cocok dengan masyarakat Indonesia, koperasi terbukti mampu membuat perekonomian Indonesia bertahan dar krisis keuangan global yang melanda beberapa Negara Amerika beberapa waktu yang lalu. Koperasi juga mampu mengumpulkan berbagai sumber untuk membentuk kekuatan bersama dalam menghadapi persaingan badab usaha lain.
    Tujuan koperasi juga untuk memenuhi kebutuhan yang akan dirasakan bersama, yang akhira nya nanti akan mengangkat harga diri, dan kemampuan untuk mempertahankan diri dari kesulitan. Walaupun memang koperasi tidak semaju badan usaha lainnya. Itu dikarenakan rendah nya minat warga untuk berpartisipasi dalam koperasi tersebut, pengaturan manajemen nya, permodalan yang dikelola, dll.
   Oleh karena kecocokan koperasi di tengah masyarakat Indonesia, maka koperasi harus lah kita lestarikan dan tidak perlu meniru gaya system ekonomi Negara lain yang belum tentu cocok di Negara kita. Karena koperasi sangat mendukung dalam perekonomian Indonesia yang lemah dan perlu dikembangkan.

GERAKAN KOPERASI WALAUPUN DI BANTU PEMERINTAH AKAN TETAPI PERKEMBANGANNYA LAMBAT
 Seperti yang saya terangkan sebelumnya, koperasi merupakan usaha yang ada di tengah tengah masyarakat guna untuk memperbaiki system perekonomian masyarakat dan juga Indonesia. Namun demikian, perkembangan nya lambat walaupun telah di bantu oleh pemerintah dikarenakan beberapa factor, seperti:

1. Kurangnya Partisipasi Anggota
  Terbatasnya usaha ini akibat kurangnya dukungan serta kontribusi dari para anggotanya untuk berpartisipasi membuat koperasi seperti stagnan. Oleh karena itu, semua masalah berpangkal pada partisipasi anggota dalam mendukung terbentuknya koperasi yang tangguh, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, serta masyarakat sekitar.

2. Sosialisasi Koperasi
    Masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus.

3. Manajemen
  Ketidak profesionalan manajemen koperasi banyak terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.

4. Permodalan
     Kurang berkembangnya koperasi juga berkaitan sekali dengan kondisi modal keuangan badan usaha tersebut. untuk keluar dari masalah tersebut harus dilakukan melalui terobosan structural, maksudnya dilakukannya restrukturasi dalam penguasaan factor produksi, khususnya permodalan.

5. Sumber Daya Manusia
  Kurangnya SDM dalam pengelolaan koperasi sangat berpengaruh dalam perkembangan dan kemajuan koperasi, seharusnya, dalam kepengurusan harus di tangani oleh manusia yang mempunyai tingkat SDM yang tinggi.

6. Kurangnya Kesadaran Masyarakat
  Koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah.

7. Pemanjaan Koperasi
    Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik.

8. Demokrasi ekonomi yang kurang
 Koperasi yang tidak diberikan keleluasaan dalam menjalankan setiap tindakannya. Setiap koperasi seharusnya dapat secara leluasa memberikan pelayanan terhadap masyarakat, karena koperasi sangat membantu meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat oleh segala jasa – jasa yang diberikan.

  Jadi seharusnya dalam pengelolaan koperasi harus didukung oleh SDM yang tinggi, dan pengurus juga harus focus untuk menjalan kan koperasi nya, masyrakat juga seharusnya bias dan mau untuk berpartisipasi, karena ini demi kemajuan Indonesia juga. Tidak hanya itu, kita juga harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar koperasi bias berjalan dengan lancar.



BENTUK-BENTUK  BADAN USAHA YANG ADA DI INDONESIA

1. Perusahaan perseorangan
2. Persekutuan perdata
3. Persekutuan firma
4. Perseroan terbatas
5. Persekutan Komanditer
6. Koperasi
7. Perusahaan umum
8. Perusahaan jawatan





Daftar Pustaka

Pembangunan dan Struktur Ekonomi

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SEKTOR PERTANIAN INDUSTRI DAN JASA SEKTOR KELEBIHAN PERTANIAN ...