KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SEKTOR PERTANIAN INDUSTRI DAN JASA
|
SEKTOR
|
KELEBIHAN
|
|
PERTANIAN
|
|
|
INDUSTRI
|
Adanya pembangunan di enam koridor ekonomi akan menggali
potensi-potensi yang dimiliki tiap-tiap koridor tersebut dan akan
memaksimalkannya. Misal di pulau Sumatera akan memaksimalkan potensi sebagai
sentra produksi dan pengolahan hasil
bumi dan lumbung energi nasional. Begitu pula dengan pulau Kalimantan dapat
memaksimalkan potensi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil tambang dan
lumbung energi nasional, Papua-Maluku sebagai pengolahan sumber daya alam
yang melimpah dan SDM yang sejahtera, Bali-Nusa Tenggara sebagai pintu
gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional, Jawa sebagai pendorong
industri dan jasa Nasional, serta Pulau Sulawesi sebagai pusat produksi dan
pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan nasional.
|
|
JASA
|
|
|
SEKTOR
|
KEKURANGAN
|
|
PERTANIAN
|
|
|
INDUSTRI
|
|
|
JASA
|
|
PEMBANGUNAN TANPA PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
Pembangunan
tanpa perubahan struktur ekonomi tidak dapat dilaksanakan karena perubahan
struktur ekonomi menitik beratkan pembahasan pada mekanisme transformasi
ekonomi yang dialami suatu Negara. Oleh karena itu, pembangunan Negara sedang
dalam proses apabila telah timbul suatu perubahan struktur ekonomi tersebut.
Seperti pembagian dua bidang ekonomi dimana pada bidang pertama membahas tentang beberapa sector yaitu
pertanian,industry , dan jasa yang merupakan penghasilan untuk suatu Negara
khususnya untuk pembangunan yang akan dilaksanakan. Dalam hal ini perubahan struktur ekonomi
diperlukan karna beberapa alasan salah satunya adalah untuk memajukan
perkembangan teknologi suatu Negara. Suatu Negara dengan perkembangan teknologi
yang sangat pesat, membawa efek maju dalam perkembangan Negara tersebut
dikarenakan teknologi yang semakin mempermudah perkerjaan sehingga merubah pola
pikir masyarakat yang akan berdampak positif untuk wawasan ketenagakerjaan.
Dampak tersebut merupakan perubahan struktur ekonomi dalam mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi yang berdampingan dengan pembangunan ekonomi suatu Negara.
TERJADINYA PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN
Perubahan
struktur ekonomi dalam proses pembangunan terjadi karena adanya keinginan suatu
negara untuk membangun negaranya agar tumbuh menjadi lebih baik lagi.
Pembangunan ekonomi harus berkembang ke arah yang lebih baik lagi karena:
1. Adanya Hukum Engels.
Sifat manusia
dalam kegiatan konsumsinya, yaitua pabila pendapatan naik, elastisitas
permintaan yang di akibatkan oleh perubahan pendapatan (income elastcity of
demand) adalah rendah atas konsumsi bahan – bahan makanan.
Sedangakan permintaan terhadap bahan – bahan pakaian, perumahan, dan barang –
barang konsumsi hasil industri keadaannya adalh sebaliknya.
2. Adanya perubahan teknologi yang
terus menerus berlangsung.
Perubahan
teknologi yang terjadi dalam proses pembangunan akan menimbulkan struktur
produksi yang bersifat compulsory dan inducive.
-Compulsory: sebagai akibat teknologi
yang digunakan terus-menerus akanmempertinggi produktivitas kegiatan ekonomi
dan memperluas pasar serta kegiatan perdagangan. Perubahan-perubahan seperti
ini terjadi dalam produksi barang industri yang selalu menghasilkan
produk-produk terbaru yang memberikan fasilitas dan kemudahan-kemudahan bagi
konsumen, dengan menggunakan teknologi-teknologi inovatif yang diterapkan di
sektor industri. Misalnya, setiap tahun atau beberapa tahun selalu bermunculan
produk-produk mobil, motor, komputer, alat-alat kebutuhanrumah tangga versi terbaru.
-Inducive: kemajuan menciptakan
produk industri baru yang menambah pilihan alternatif terhadap barang-barang
industri yang dikonsumsi atau dengan teknologi menimbulkan sektor industri
banyak menawarkan diversifikasi produk industri, seperti memberikan pilihan
apakah mengunakan tenaga kerja manusia atau robot ciptaan manusia.
3. Adanya comparative advantage.
Pada
produk-produk sektor pertanian bagi negara-negara berkembang, sedangkan
negara-negara yang sudah maju memiliki competitiveadvantage pada produk-produk
sektor industri.
PEMBANGUNAN TANPA MENGHIRAUKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN
Pembangunan
yang tidak menghiraukan kelestarian itu sangatlah tidak benar dan tidak bagus
untuk dicontoh. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah tentunya harus
dijaga dengan baik bukan malah merusaknya. Seperti contoh jika kita ingin
melakukan pembangunan di hutan maka kita harus melakukan reboisasi bukan malah
menebang semua pohon yang ada di sana. Kita sebagai manusia harus membatasi
tingkah laku kita terhadap alam. Sumber daya alam yang ada harus kita kelola
dengan baik demi kehidupan di masa yang akan datang. Tumbuhnya pabrik-pabrik di
kawasan pemukiman juga akan menimbulkan kerusakan lingkungan karena limbah yang
tersisa. Seharusnya pabrik seperti itu dipindahkan ke dalam kawasan industri
agar tidak merusak lingkungan. Jika pembangunan diiringi dengan kelestarian
lingkungan maka pembangunan ekonomi bisa saja mengarah ke pertumbuhan ekonomi
yang lebih baik.
Manusia tidak
saja mengimbangi hak dan kewajiban dalam memanfaatkan SDA, tetapi juga harus
menjaga kelestarian serta kelangsungan dari lingkungan alam tersebut. Manusia
juga harus membatasi tingkah laku mereka dalam memanfaatkan lingkungan alam
agar lingkungan alam tetap berada dalam batas kelentingan lingkungan hidup
manusia. Kita memiliki upaya untuk mengelola SDA dan lingkungan hidup lebih
baik.
Kita memiliki
harapan dan peluang yang cukup besar bahwa masalah lingkungan hidup yang makin
rawan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Cukup kompleks masalah yang dihadapi
negara berkembang seperti indonesia ini, misalnya masalah demografi, ekonomi
dan sosial budaya yang akhirnya juga akan mempengaruhi keberadaan lingkungan
alam.
inilah salah satu penyebab hutan yang
sedikit demi sedikit hilang dari pulau Jawa.
Terkonsentrasinya pertumbuhan penduduk di
tanah Jawa tentunya membutuhkan lahan permukiman bagi mereka yang tinggal di
tanah yang subur ini. Tak hanya itu, dari aktivitas ekonomi juga berandil
banyak dalam menciptakan kerusakan lingkungan hidup. Berdirinya pabrik-pabrik
pengusaha dalam negeri sampai pabrik relokasi milik pengusaha asingpun juga
ikut menambah sesaknya udara dengan polusi udara. Kondisi sosial budaya
masyarakat sekitar yang cenderung masih berladang dengan cara membuka atau
menebang hutan dan menjadikannya ladang baru juga ikut serta dalam menambah
penyebab kerusakan lingkungan alam.
DAFTAR PUSTAKA
(06 Mei 2019)
(06 Mei 2019)
(06 Mei 2019)
(06 Mei 2019)
(06 Mei 2019)
(06 Mei 2019)